Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui

By dr.Aidil Akbar, Sp.OG / 24-December-2019

Terima kasih semua buat para ibu, karena semua ibu sudah memperhatikan Gizi Seimbang saat memberikan bayinya dengan Air Susu Ibu (ASI). Soalnya apa yang ibu makan sangat erat hubungannya dengan produksi air susu ibu yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Kuantitas makanan untuk ibu yang sedang menyusui lebih besar dibanding dengan ibu hamil, akan tetapi kualitasnya tetap sama.


Makanan pada ibu menyusui dapat diartikan bahwa konsumsi makanan ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya sendiri dan untuk pertumbuhan serta perkembangan bayinya. Gizi seimbang pada saat menyusui merupakan suatu yang penting bagi ibu menyusui karena sangat erat kaitannya dengan produksi air susu. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang baik bagi ibu menyusui akan berpengaruh terhadap status gizi ibu menyusui dan juga tumbuh kembang bayinya.


Pada ibu menyusui diharapkan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berenergi tinggi, seperti protein. Kadar air dalam ASI sekitar 88 gr %. Maka ibu yang sedang menyusui dianjurkan untuk minum sebanyak 2–2,5 liter air sehari, di samping bisa juga ditambah dengan minum air buah. Karena dengan minum air buah/sari buah ini setidaknya kebutuhan akan air dan vitamin bisa terpenuhi.


Ibu yang sedang menyusui dianjurkan untuk tidak minum-minuman keras /alkohol. Demikian pula terhadap obat-obatan seperti, diuretik (obat mengurangi cairan tubuh – sehingga memperkecil produksi ASI), pil anti hamil (menekan produksi ASI).


ASI dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang bayi. Beberapa keuntungan dan keunggulan ASI adalah :

  • ASI bersih
  • Mengandung immunoglobulin (Ig) terutama IgA
  • Mengandung laktoferrin, suatu ikatan protein dengan zat besi. 
  • Dengan adanya ikatan tersebut maka bakteri-bakteri yang berbahaya didalam usus tidak dapat mengalami pertumbuhan.
  • Lysozim, suatu enzim dengan konsentrasi beberapa ribu kali lebih tinggi dibanding dengan yang ada pada susu sapi. Enzim ini akan merusak bakteri-bakteri yang berbahaya dan juga berguna untuk melindungi bayi terhadap berbagai jenis virus.
  • Sel-sel darah putih selama minggu pertama dan mingggu kedua ASI mengandung lebih 4.000 sel per cc. Sel-sel ini mengahasilkan IgA, laktoferrin,Lysozim dan interferron.
  • Bifidus faktor : suatu nitrogen Containing Carbohydrat yang diperlukan oleh suatu bakeri spesifik yang disebut Lactobacillus bifidus untuk pertumbuhannya. Bakteri ini dominan terhadap bakteri flora usus dan dapat memproduksi asam laktat dari Laktose yang terdapat pada ASI. Asam laktak ini nantinya akan menghalangi pertumbuhan bakteri dan parasit, dan menyebabkan kotoran (feces) bayi menjadi asam.

Komponen-komponen yang ada di dalam ASI tersebut semuanya diambil dari tubuh si ibu, sehingga harus digantikan oleh makan makanan yang cukup pada ibu menyusui tersebut. Oleh karena itu, ibu menyusui membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak menyusui dan masa kehamilan, tetapi konsumsi pangannya tetap harus beranekaragam dan jumlah serta porsinya sesuai.


Selama kehamilan ibu harus mendapat makanan tambahan setiap hari, karena akan sangat besar peranannya dalam mencegah malnutrisi pada janin yang dikandungnya, serta menghindarkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Wanita yang normal mendapat kenaikan berat badannya sebesar 10-12 kg selama kehamilannya. Setengah dari angka itu digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta sementara setengahnya lagi untuk mempersiapkan tubuh ibu sehingga mampu memberikan air susu dengan memuaskan.


Demikian juga selama periode menyusui, ibu harus mendapatkan makanan tambahan, karena selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran, di mana air susu ibu merupakan sumber makanan tunggal pertama bagi bayi, jumlah dan kualitas yang dihasilkan harus tetap cukup sesuai dengan kebutuhan bayi.


Menurut penelitian WHO mengenai nutrisi selama kehamilan dan menyusui manyatakan bahwa produksi ASI yang cukup adalah 850 cc per hari. Berhasil tidaknya pemberian ASI ini dapat dinilai dengan mengamati pertumbuhan bayi.


Pertumbuhan dapat diamati melalui penimbangan bayi yang teratur, yang hasilnya dicatat didalam KMS (Kartu Menuju Sehat). Kenaikan berat badan sebanyak 800 gr per bulan selama 6 bulan pertama atau kenaikan berat badan menjadi 2 kali lipat pada akhir bulan kelima, merupakan tanda pertumbuhan yang memuaskan.


Untuk itu para ibu yang sedang menyusui bayinya supaya produksi ASI tetap dapat dipertahankan, maka harus makan lebih banyak dari biasanya. Selain energi,maka tambahan protein dan kalsium dibutuhkan oleh ibu untuk menambah produksi ASI.


Melihat pentingnya masalah gizi, baik ibu hamil dalam melewati masa kehamilannya dan menjelang menyusui maka selain penting bagi ibu hamil itu sendiiri untuk mengawasi keadaan kesehatannya sendiri juga keluarga sangat berperan sebagai pendukung dalam mempertahankan status gizi ibu hamil dan menyusui.